Logo The Papbunsky Journey The Papbunsky Journey Travel · Taste · Together
← Semua berita
Indonesia

Karhutla Ganggu 2.458 Penerbangan Domestik hingga 17 Oktober, Maskapai Tertekan

Senin, 19 Oktober 2026 · 16.10 WIB

Ilustrasi: Karhutla Ganggu 2.458 Penerbangan Domestik hingga 17 Oktober, Maskapai Tertekan
Ilustrasi. Bukan foto peristiwa yang diberitakan.

Jumlah penerbangan domestik yang terdampak kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Indonesia mencapai 2.458 penerbangan berjadwal antara 11 Agustus hingga 17 Oktober 2026. Data terbaru Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mencatat 1.324 penerbangan dibatalkan atau ditunda dalam periode tersebut.

Gangguan operasional ini, yang dipicu oleh penurunan jarak pandang di sekitar bandara, juga menyebabkan 1.080 penerbangan mengalami keterlambatan, 22 penerbangan dialihkan, dan 6 penerbangan kembali ke bandara keberangkatan. Dampak kabut asap terpantau meluas dari Sumatera dan Kalimantan ke wilayah Sulawesi, Maluku, dan Maluku Utara.

Bandara yang terganggu termasuk Mutiara SIS Al-Jufrie (Palu), Maleo (Morowali), Syukuran Aminuddin Amir (Luwuk), Sultan Bantilan (Tolitoli), Sangia Nibandera (Kolaka), Betoambari (Baubau), dan Toraja di Sulawesi. Di Maluku Utara, Bandara Sultan Babullah (Ternate) dan Oesman Sadik (Labuha) juga terdampak, bersama Bandara Pattimura (Ambon) dan Karel Sadsuitubun (Langgur) di Maluku.

Sekretaris Jenderal Indonesia National Air Carriers Association (INACA), Bayu Sutanto, menyatakan gangguan ini berdampak langsung pada pendapatan maskapai. Biaya operasional tetap berjalan meskipun penerbangan dibatalkan atau ditunda, menekan profitabilitas.

Bagi para pelancong Indonesia, situasi ini berarti perlunya kewaspadaan tinggi terhadap jadwal penerbangan, terutama saat bepergian ke atau dari wilayah terdampak. Disarankan untuk selalu memantau informasi terbaru dari maskapai dan otoritas bandara sebelum keberangkatan guna menghindari potensi penundaan atau pembatalan yang tidak terduga.

Berita lainnya