Amerika Serikat Tawarkan Jalur Cepat Visa B-1/B-2 dengan Biaya Tambahan
Minggu, 12 Juli 2026 · 23.02 WIB
Program percontohan ini memungkinkan pemohon mendapatkan janji wawancara visa dalam waktu 10 hari kerja. Biasanya, janji wawancara diberikan berdasarkan ketersediaan pertama, yang bisa memakan waktu berminggu-minggu hingga berbulan-bulan. Biaya tambahan 750 dolar AS ini bersifat opsional, di luar biaya aplikasi visa standar 185 dolar AS, sehingga totalnya menjadi 935 dolar AS.
Pembayaran ini menjamin janji temu yang cepat, namun tidak mengubah persyaratan kelayakan visa. Program ini juga tidak menjamin persetujuan visa. Wawancara dipercepat ini akan tersedia di konsulat dan kedutaan yang akan ditentukan oleh Biro Urusan Konsuler Departemen Luar Negeri.
Saat ini, ada tiga cara bagi pemohon untuk mendapatkan janji temu yang dipercepat. Cara tersebut memerlukan intervensi dari staf konsuler dan misi. Proses Rujukan memungkinkan pejabat pemerintah AS di misi diplomatik untuk menjamin pemohon. Permintaan Janji Prioritas memungkinkan staf konsuler meminta tanggal yang lebih awal untuk pemohon, atas kebijaksanaan mereka.
Individu juga dapat mengajukan Permintaan Percepatan yang Diminta Pemohon, di mana pemohon dalam keadaan ekstrem dapat mengajukan tanggal yang lebih awal, yang ditentukan oleh manajer konsuler. Program percontohan ini akan berakhir pada Desember.
Bagi pelancong Indonesia yang membutuhkan visa ke Amerika Serikat, opsi jalur cepat ini bisa menjadi solusi untuk menghemat waktu tunggu. Namun, penting untuk diingat bahwa biaya tambahan tidak menjamin persetujuan visa, dan semua persyaratan kelayakan tetap harus dipenuhi.
Berita lainnya
-
29 Juli 2026 · Indonesia
Garut Gelar Festival Layang-Layang Internasional, Targetkan 20 Ribu Pengunjung
-
29 Juli 2026 · Asia
Gempa Kumamoto Batalkan 14 Penerbangan di Jepang
-
28 Juli 2026 · Asia
Sun PhuQuoc Airways Buka Rute Langsung Phu Quoc-Singapura
-
28 Juli 2026 · Eropa
UNESCO Tambahkan Gunung Olympus dan Pantai Normandia ke Daftar Warisan Dunia
-
28 Juli 2026 · Asia
Topan Noul Lumpuhkan Bandara Hong Kong, Ribuan Penumpang Telantar