AS Siapkan Pencabutan 200 Ribu Visa B1/B2, Sasar Pemohon Suaka
Rabu, 26 Agustus 2026 · 09.15 WIB
Washington, AS, 25 Agustus 2026, Departemen Luar Negeri Amerika Serikat diperkirakan akan mengumumkan pencabutan hingga 200.000 visa bisnis dan pariwisata (B1/B2) milik warga asing. Kebijakan ini secara khusus menargetkan individu yang datang ke AS dengan visa jangka pendek, namun kemudian mengajukan status suaka.
Langkah ini, jika terealisasi, akan menjadi pencabutan visa massal terbesar dalam sejarah AS. Visa yang menjadi sasaran adalah visa B1 dan B2 yang diterbitkan antara tahun 2016 hingga 2026.
Juru bicara Departemen Luar Negeri AS Tommy Pigott menyatakan bahwa pihaknya berkoordinasi dengan Departemen Keamanan Dalam Negeri (DHS). Koordinasi ini bertujuan mengidentifikasi dan mencabut visa non-imigran dari warga asing yang diduga menyalahgunakan proses suaka.
Kebijakan ini merupakan bagian dari upaya lebih luas pemerintahan Trump untuk memperketat imigrasi. Sebelumnya, sekitar 175.000 visa telah dicabut dalam 18 bulan terakhir dari individu yang dihukum atau dituduh melakukan berbagai tindak kejahatan.
Bagi pelancong Indonesia, berita ini menjadi pengingat penting untuk memahami secara cermat aturan visa dan imigrasi AS. Wisatawan yang bepergian dengan visa B1 atau B2 harus memastikan tujuan kunjungan mereka sesuai dengan jenis visa yang dimiliki, serta menghindari tindakan yang dapat diinterpretasikan sebagai penyalahgunaan visa.
Berita lainnya
-
27 Agustus 2026 · Asia
China Perluas Kebijakan Transit Bebas Visa 10 Hari, Termasuk Indonesia
-
27 Agustus 2026 · Global
Tren Wisata Bergeser, Pelancong Cari Pengalaman Lokal Autentik
-
27 Agustus 2026 · Indonesia
Taman Nasional Kelimutu Kembali Dibuka Pascagempa Flores
-
26 Agustus 2026 · Indonesia
Super Air Jet Buka Enam Rute Baru dari Bandung Mulai September
-
26 Agustus 2026 · Amerika
Amerika Serikat Tangguhkan Pemrosesan Visa Imigran Global