Logo The Papbunsky Journey The Papbunsky Journey Travel · Taste · Together
← Semua berita
Timur Tengah

Bandara Riyadh Tutup Hingga 18 Oktober, Penerbangan ke Saudi Terdampak

Rabu, 14 Oktober 2026 · 16.13 WIB

Ilustrasi: Bandara Riyadh Tutup Hingga 18 Oktober, Penerbangan ke Saudi Terdampak
Ilustrasi. Bukan foto peristiwa yang diberitakan.

Bandara Internasional King Khalid (RUH) di Riyadh, Arab Saudi, akan tetap menghentikan operasionalnya hingga Jumat, 18 Oktober 2026, pukul 04.00 waktu setempat. Keputusan ini diambil oleh otoritas penerbangan sipil Arab Saudi untuk memastikan keselamatan dan kesiapan fasilitas bandara pasca-serangkaian serangan rudal.

Penutupan bandara ini menyusul serangan rudal yang terjadi pada 10 dan 11 Oktober 2026, yang diklaim oleh kelompok Houthi yang berbasis di Yaman. Riyadh merupakan bandara tersibuk kedua di Arab Saudi, setelah Jeddah, sehingga penutupan ini memengaruhi perjalanan udara menuju ibu kota tersebut.

Sejumlah maskapai telah menyesuaikan jadwal penerbangan mereka. Qatar Airways untuk sementara menghentikan penerbangan menuju Riyadh dan Dammam. Sementara itu, Etihad Airways membatalkan seluruh penerbangan dari Abu Dhabi ke Riyadh hingga 19 Oktober 2026, serta membatalkan beberapa rute ke Dammam dan Jeddah untuk periode 12 hingga 14 Oktober 2026. Administrasi Penerbangan Federal (FAA) Amerika Serikat juga telah mendesak maskapai-maskapai AS untuk berhati-hati saat terbang ke atau melintasi wilayah Arab Saudi.

Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Republik Indonesia mengimbau jemaah umrah Indonesia untuk tetap tenang dan meningkatkan kewaspadaan. Jemaah diminta memfokuskan kegiatan ibadah di Makkah dan Madinah, serta membatasi perjalanan tidak mendesak ke luar kedua kota suci tersebut. Kemenhaj memastikan tidak ada jemaah umrah Indonesia yang menjadi korban langsung dalam insiden keamanan di Riyadh pada 9-11 Oktober 2026.

Selain itu, Kedutaan Besar AS di Riyadh melaporkan beberapa warga negara Amerika Serikat ditangkap karena memotret atau merekam peristiwa terkini di Arab Saudi. Otoritas Saudi memperingatkan bahwa merekam, memublikasikan, atau menyebarluaskan informasi terkait pencegatan rudal dan drone dapat berujung pada masalah hukum.

Bagi traveler Indonesia, khususnya jemaah umrah, penting untuk memantau informasi terkini dari maskapai dan penyelenggara perjalanan. Koordinasi aktif dengan pihak travel sangat disarankan untuk memastikan status penerbangan dan rencana perjalanan tetap aman dan lancar di tengah situasi yang dinamis ini.

Berita lainnya