Gempa Magnitudo 7,7 Guncang NTT, Sektor Pariwisata Tertekan
Kamis, 20 Agustus 2026 · 09.37 WIB
Gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 mengguncang wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Sabtu, 15 Agustus 2026. Bencana ini segera menimbulkan kekhawatiran akan dampak terhadap aktivitas pariwisata dan bisnis hotel serta restoran di kawasan tersebut.
Sekretaris Jenderal Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI), Maulana Yusran, menyatakan daerah yang terdampak langsung berpotensi mengalami tekanan okupansi hingga proses pemulihan selesai. Wisatawan yang berada di wilayah terdampak kemungkinan besar akan dipindahkan ke destinasi lain yang relatif aman.
Maulana memperkirakan wisatawan mancanegara, yang umumnya telah memiliki tiket pergi dan pulang, cenderung mengalihkan perjalanan mereka. Destinasi seperti Bali atau Lombok bisa menjadi pilihan alternatif bagi mereka yang semula berencana mengunjungi NTT.
PHRI pusat saat ini terus berkomunikasi dengan PHRI daerah untuk mendapatkan gambaran lengkap mengenai dampak gempa. Hal ini penting untuk memetakan langkah pemulihan dan dukungan yang dibutuhkan sektor perhotelan dan restoran di NTT.
Bagi para pelaku perjalanan, berita ini menjadi pengingat penting untuk selalu memantau informasi terkini mengenai kondisi destinasi. Fleksibilitas rencana perjalanan dan kesiapan untuk mengalihkan tujuan dapat membantu menghindari ketidaknyamanan akibat kejadian tak terduga seperti bencana alam.
Berita lainnya
-
27 Agustus 2026 · Asia
China Perluas Kebijakan Transit Bebas Visa 10 Hari, Termasuk Indonesia
-
27 Agustus 2026 · Global
Tren Wisata Bergeser, Pelancong Cari Pengalaman Lokal Autentik
-
27 Agustus 2026 · Indonesia
Taman Nasional Kelimutu Kembali Dibuka Pascagempa Flores
-
26 Agustus 2026 · Indonesia
Super Air Jet Buka Enam Rute Baru dari Bandung Mulai September
-
26 Agustus 2026 · Amerika
Amerika Serikat Tangguhkan Pemrosesan Visa Imigran Global