Perjalanan Muslim Global Melonjak, AI Ubah Cara Wisatawan Berlibur
Kamis, 13 Agustus 2026 · 15.54 WIB
Jumlah kedatangan wisatawan Muslim internasional diproyeksikan mencapai 208 juta pada tahun 2026, naik dari 196 juta pada tahun 2025. Angka ini diperkirakan terus meningkat hingga 262 juta pada tahun 2030, dengan estimasi pengeluaran tahunan mencapai 310 miliar dolar AS. Demikian terungkap dalam edisi ke-11 Global Muslim Travel Index (GMTI) 2026 yang dirilis Mastercard dan CrescentRating pada 12 Agustus 2026.
Laporan tersebut juga menunjukkan bahwa 70 persen Muslim di seluruh dunia kini adalah penduduk asli digital, dan 80 persen wisatawan global menggunakan alat AI untuk keperluan perjalanan. Pergeseran ini menandakan evolusi besar dalam cara konsumsi perjalanan.
Fazal Bahardeen, CEO CrescentRating dan HalalTrip, menyatakan bahwa pasar perjalanan Muslim berkembang pesat didorong oleh pertumbuhan populasi Muslim global. Ia menekankan pentingnya destinasi untuk memastikan layanan ramah Muslim tidak hanya tersedia, tetapi juga terlihat secara digital.
Platform bertenaga AI kini membantu wisatawan menemukan pilihan makanan halal, lokasi tempat salat, membandingkan rute transportasi, menerima rekomendasi personal, dan menavigasi destinasi dengan lebih percaya diri. Destinasi yang gagal mendigitalkan penawaran ramah Muslim berisiko tidak masuk dalam sistem rekomendasi berbasis AI, terlepas dari kualitas infrastruktur fisik mereka.
Kerangka pariwisata ramah Muslim kini berkembang melampaui penyediaan layanan dasar seperti makanan halal dan tempat salat. Destinasi harus menunjukkan bahwa layanan ini mudah diakses, terlihat, dapat diandalkan, dapat ditemukan secara digital, serta selaras dengan ekspektasi wisatawan terkait keamanan, keberlanjutan, inklusivitas, dan kualitas pengalaman. Bahrain dan Yordania tetap berada di antara 15 destinasi ramah Muslim teratas dunia.
Bagi wisatawan Muslim Indonesia, laporan ini membawa kabar baik. Semakin banyak destinasi global yang beradaptasi dengan kebutuhan perjalanan Muslim, didukung kemudahan pencarian melalui teknologi AI. Hal ini berarti pilihan liburan halal akan semakin beragam dan perencanaan perjalanan menjadi lebih efisien, memungkinkan pengalaman yang lebih nyaman dan sesuai syariat.
Berita lainnya
-
27 Agustus 2026 · Asia
China Perluas Kebijakan Transit Bebas Visa 10 Hari, Termasuk Indonesia
-
27 Agustus 2026 · Global
Tren Wisata Bergeser, Pelancong Cari Pengalaman Lokal Autentik
-
27 Agustus 2026 · Indonesia
Taman Nasional Kelimutu Kembali Dibuka Pascagempa Flores
-
26 Agustus 2026 · Indonesia
Super Air Jet Buka Enam Rute Baru dari Bandung Mulai September
-
26 Agustus 2026 · Amerika
Amerika Serikat Tangguhkan Pemrosesan Visa Imigran Global