Logo The Papbunsky Journey The Papbunsky Journey Travel · Taste · Together
← Semua berita
Asia

Vietnam Luncurkan Kerangka Kerja Pariwisata Halal, Sasar Jutaan Turis Muslim

Selasa, 18 Agustus 2026 · 09.33 WIB

Ilustrasi: Vietnam Luncurkan Kerangka Kerja Pariwisata Halal, Sasar Jutaan Turis Muslim
Ilustrasi. Bukan foto peristiwa yang diberitakan.

Pemerintah Vietnam telah meluncurkan kerangka kerja pariwisata halal pertamanya, Decree 127, pada Konferensi Pariwisata Halal Vietnam 2026 di Nha Trang. Kebijakan ini bertujuan untuk menarik jutaan wisatawan Muslim global dan meningkatkan daya saing sektor pariwisata negara tersebut. Saat ini, Vietnam menerima sekitar 600.000 wisatawan Muslim per tahun, yang hanya mencakup sekitar 3 persen dari total kedatangan internasional pada tahun 2025.

Decree 127 menyediakan serangkaian regulasi mengenai kontrol kualitas, pelabelan, ketertelusuran, pengujian, dan sertifikasi halal untuk produk serta layanan pariwisata. Direktur Otoritas Sertifikasi Halal Vietnam (HALCERT), Ramlan Osman, menyatakan bahwa kerangka kerja ini akan memberikan kepercayaan lebih besar bagi bisnis pariwisata untuk mengembangkan produk dan layanan ramah Muslim.

Sejumlah hotel dan operator tur di Vietnam mulai beradaptasi dengan kebutuhan wisatawan Muslim. Mereka menyediakan fasilitas seperti ruang salat yang menghadap kiblat, area wudu, dan hidangan bersertifikasi halal. Vietravel, salah satu operator tur besar, bahkan telah menandatangani nota kesepahaman dengan HALCERT untuk melatih staf dan mengembangkan penawaran khusus bagi wisatawan Muslim. Hotel-hotel seperti Wyndham Garden Legend Ha Long dan Novotel Ha Long juga berinvestasi dalam segmen ini.

Dengan proyeksi kedatangan wisatawan Muslim global mencapai 196 juta pada tahun 2026, Vietnam berupaya keras untuk menangkap peluang pasar ini. Upaya ini tidak hanya berfokus pada makanan halal, tetapi juga menciptakan pengalaman perjalanan yang komprehensif dan ramah Muslim.

Bagi traveler Indonesia, kebijakan baru ini berarti Vietnam akan semakin siap menyambut kunjungan dengan layanan yang sesuai syariat Islam. Ketersediaan makanan halal, fasilitas ibadah, dan layanan ramah Muslim lainnya akan mempermudah perjalanan bagi mereka yang mencari destinasi wisata yang mengakomodasi kebutuhan keagamaan.

Berita lainnya