Logo The Papbunsky Journey The Papbunsky Journey Travel · Taste · Together
← Semua berita
Oseania

Penolakan Visa Pelajar Australia Melonjak Tajam, Pemohon Indonesia Terdampak

Kamis, 10 September 2026 · 09.05 WIB

Ilustrasi: Penolakan Visa Pelajar Australia Melonjak Tajam, Pemohon Indonesia Terdampak
Ilustrasi. Bukan foto peristiwa yang diberitakan.

Tingkat penolakan permohonan visa pelajar Australia melonjak drastis hingga 24,2 persen pada Juni 2026. Angka ini menandai kenaikan tajam dibandingkan 7,9 persen pada Juni 2016, menjadi level tertinggi dalam satu dekade terakhir. Peningkatan penolakan ini terjadi di tengah kebijakan imigrasi Australia yang diperketat, termasuk penghentian pendaftaran kursus pelatihan kejuruan baru.

Data Departemen Dalam Negeri Australia menunjukkan pemohon dari Nepal mengalami penolakan tertinggi, melebihi 51 persen, diikuti India di atas 40 persen. Sementara itu, pemohon asal Indonesia mencatat angka penolakan sebesar 18,5 persen, dan Tiongkok sebesar 5,8 persen.

Salah satu contoh kasus adalah Angelica Felincia, pendaftar asal Indonesia yang bermimpi studi pendidikan anak usia dini di Melbourne. Aplikasi visanya ditolak hanya dalam sehari setelah diajukan. Angelica mengungkapkan kekecewaannya karena pihak imigrasi menganggap pendaftarannya tidak memenuhi kriteria "Genuine Student", meskipun semua dokumen telah disiapkan jauh hari.

Akademisi Deakin University, Profesor Ly Tran, berpendapat pemerintah Australia perlu berhati-hati. Tindakan pembatasan ini dikhawatirkan dapat merusak citra global negara tersebut.

Bagi calon pelajar Indonesia yang berencana melanjutkan studi di Australia, berita ini menjadi peringatan penting. Persiapan dokumen dan pernyataan tujuan studi harus lebih cermat dan kuat. Tingkat penolakan yang tinggi menunjukkan bahwa proses aplikasi memerlukan perhatian ekstra untuk memenuhi kriteria "Genuine Student" yang kini semakin ketat.

Berita lainnya